Tampilkan postingan dengan label kenduren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenduren. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Maret 2020
Kenduren Wonosalam 2020
Maret 09, 2020
Bupati Jombang, Munjidah Wahab mengapresiasi atas terlaksananya
acara kenduren durian 2020 yang digelar di lapangan Kecamatan Wonosalam. Pada
Minggu (8/3) Pagi.
Pantauan dilokasi, acara kenduren durian 2020 di Kecamatan
Wonosalam dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, serta wisatawan dari sekitar kabupaten
Jombang. Serta Seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten
Jombang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain sebuah tumpeng raksasa yang
berisi 2020 durian, dalam kegiatan tersebut juga ada Sembilan tumpeng hasil
bumi dari Sembilan desa yang ada di Kecamatan Wonosalam, turut disuguhkan
kepada para pengunjung yang hadir.
“Terima kasih kepada forkopimda atas pelaksanaan acara ini,
sehingga dapat berjalan lancar dan tertib,”Ujar Bupati Jombang, Munjidah Wahab,
Usai pelaksanaan acara kenduren Durian 2020 di Lapangan Kecamatan Wonosalam.
Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan Kenduren durian akan terus
dilaksanakan dengan jumlah durian pada tumpeng raksasa mengikuti jumlah tahun
pelaksanaannya.”Saat ini tahun 2020, maka jumlah durian dalam tumpeng raksasa
juga 2020 durian yang dibagikan kepada para pengunjung, selain itu juga ada
hasil bumi mulai dari manggis dan berbagai sayuran,”Imbunya.
Masih menurut munjidah, bahwa pelaksanaan acara kenduren durian
2020 kali ini mengambil tema dari desa untuk Indonesia, sesuai dengan perkataan
Presiden Indonesia, Joko Widodo bahwa awal mula pembangunan yakni berasal dari
desa guna kemajuan Indonesia.
“Selain
itu juga sebagai bahan promosi kepada masyarakat, mulai dari tingkat regional,
Nasional hingga internasional, bahwa potensi wisata wonosalam sangat besar, dan
terima kasih juga kepada seluruh warga yang hadir dalam pelaksanaan kenduren
durian 2020 yang juga turut serta menyukseskan acara ini,”Pungkasnya.
Rabu, 04 Maret 2020
Festival Kenduren Wonosalam
Maret 04, 2020

Ribuan orang dari Jombang dan beberapa kota di Jawa Timur, memadati lapangan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Minggu (3/3/2019). Mereka adalah pengunjung dalam acara kenduri buah durian atau dalam bahasa jawa disebut Kenduren Duren. Kenduren Wonosalam merupakan ritual tahunan masyarakat dari 9 desa di Kecamatan Wonosalam. Tradisi selamatan disertai acara berbagi durian gratis tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen durian.
Layaknya hajatan kenduri, Kenduren Wonosalam melibatkan masyarakat dalam penyediaan buah durian. Masyarakat dari 9 desa, setiap desanya membuat 1 buah tumpeng berisi durian serta beberapa jenis hasil bumi. Ritual Kenduren Wonosalam dimulai dari arak-arakan 9 tumpeng dari kantor Kecamatan Wonosalam. Kesembilan tumpeng itu masing-masing diarak oleh puluhan warga dari 9 desa menuju lapangan Kecamatan Wonosalam. Memasuki lapangan, 9 tumpeng berisi buah durian dan berbagai jenis hasil bumi diletakkan terpisah mengelilingi sebuah tumpeng raksasa. Tumpeng itu berisi 2.500 buah durian yang dibagikan gratis kepada para pengunjung.
Begitu diletakkan di lapangan, ratusan orang mulai mengambil posisi mengelilingi 9 tumpeng. Sementara pengunjung lainnya, mengelilingi tumpeng raksasa. Suasana di lapangan Kecamatan Wonosalam menjadi riuh saat seluruh prosesi kenduri dan pembacaan selesai. Mereka saling berteriak dan berebut buah durian yang disiapkan untuk acara Kenduren Wonosalam.
Dari kenduri, kenali yang asli

Kenduren Wonosalam bukan sekedar ritual selamatan atau ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen durian bagi masyarakat Wonosalam. Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Pengetahuan yang dimaksud, yakni terkait jenis dan asal buah durian. Masyarakat dari luar Wonosalam dan daerah lain dari luar Jombang diharapkan bisa mengenali durian asli Wonosalam dengan durian dari daerah lain.
Menurut warga Sumber Wonosalam, Ruslan (55), durian asli Wonosalam memiliki ciri khas unik. Ciri khas itu hampir tidak dimiliki durian dari daerah lain. Ciri khas dari durian asli Wonosalam, menjadikan durian dari daerah ini menjadi primadona bagi para pecinta durian dari berbagai daerah. "Yang kami sayangkan, ada yang jual durian lalu bilang ke konsumen kalau itu durian Wonosalam, padahal sebenarnya bukan (durian) Wonosalam," ujar Ruslan.
Pedagang sekaligus pengepul durian asli Wonosalam ini berharap, lewat momentum Kenduren Wonosalam, konsumen pemburu durian bisa mengenali jenis durian serta asal durian yang dijual di pasaran. "Harapan kami, masyarakat yang naik ke Wonosalam bisa mengerti mana (durian) yang asli Wonosalam dan mana yang bukan," ungkap pria yang berjualan durian sejak tahun 2005 ini. Disebutkan, di antara durian asli Wonosalam terdapat durian bido, durian sintokong atau lokal, serta durian simas.
Langganan:
Postingan (Atom)

